Kubu Raya, 10 Januari 2025
Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai inisiatif kesehatan dan pembangunan infrastruktur medis. Salah satu inisiatif yang akan diwujudkan adalah melaksanakan program cek kesehatan gratis di seluruh Indonesia dan pembangunan rumah sakit berkualitas di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Sui Durian dan Puskesmas Rasau Jaya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (10/1).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dua puskesmas tersebut dalam menjalankan program cek kesehatan gratis, yang mencakup pemeriksaan kesehatan bagi balita, dewasa, dan lansia.
Dalam kunjungannya, Menkes Budi memastikan bahwa fasilitas dan tenaga medis di kedua puskesmas tersebut sudah siap untuk melaksanakan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
“Teman-teman di puskesmas sudah siap. Program ini akan dilakukan secara serentak untuk seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah 280 juta jiwa,” ujarnya usai kunjungan, Jumat (10/1).
Program cek kesehatan gratis akan dilaksanakan secara terpisah berdasarkan kelompok usia. Pemeriksaan kesehatan untuk balita, dewasa, dan lansia akan dilakukan di puskesmas pada hari ulang tahun masing-masing individu.
Sementara itu, cek kesehatan untuk anak usia sekolah, yakni 6 hingga 18 tahun, akan dilakukan di sekolah saat memasuki tahun ajaran baru.
Tujuan utama program ini adalah memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat, karena menjaga kesehatan lebih murah dan bermanfaat dibandingkan mengobati penyakit.
Selain itu, cek kesehatan gratis ini bertujuan untuk mendeteksi dini berbagai penyakit yang umum terjadi di masyarakat, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, dan gangguan ginjal.
“Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat kita tetap sehat, karena menjaga kesehatan jauh lebih murah dan lebih bermanfaat bagi kualitas hidup mereka,” tambahnya.
Pembangunan Rumah Sakit di Daerah 3T
Menkes Budi juga membahas program pembangunan rumah sakit di daerah-daerah 3T yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Salah satunya adalah pembangunan rumah sakit di Kubu Raya.
Pembangunan ini merupakan bagian dari rencana nasional untuk mendirikan 66 rumah sakit baru di berbagai daerah yang membutuhkan.
Kubu Raya dipilih menjadi salah satu lokasi pembangunan rumah sakit baru sebagai bagian dari upaya mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. RSUD Kubu Raya menjadi lokasi kedua dari tujuh lokasi yang telah dipilih, setelah kunjungan Menkes Budi ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kunjungannya ke Kubu Raya, Menkes Budi memastikan bahwa lahan untuk pembangunan RSUD Kubu Raya telah tersedia, surat-surat perizinan telah selesai, dan desain rumah sakit sudah sesuai dengan standar yang ditentukan.
“Teman-teman di rumah sakit sudah sangat semangat. Kita akan mulai membangun rumah sakit tahun ini, dan kita berharap bisa selesai di akhir tahun, sehingga pada awal tahun depan rumah sakit ini bisa diresmikan dan mulai beroperasi,” ucap Menkes Budi.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 66 rumah sakit baru di seluruh Indonesia, dengan 32 di antaranya diharapkan dapat dimulai tahun ini.
“Standar rumah sakit ini mengikuti standar nasional yang telah ditetapkan. Presiden ingin memastikan bahwa rumah sakit yang dibangun memiliki kualitas yang tinggi dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah berharap melalui program cek kesehatan gratis ini, seluruh masyarakat Indonesia dapat terjamin kesehatannya. Dengan deteksi dini, diharapkan penyakit-penyakit yang membahayakan jiwa bisa segera diatasi, sehingga tidak menimbulkan biaya yang lebih besar di kemudian hari.
Selain itu, pembangunan rumah sakit baru di daerah-daerah 3T akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Diharapkan dengan adanya rumah sakit baru dan program cek kesehatan, masyarakat di Kubu Raya, Kalimantan Barat, dan seluruh Indonesia dapat merasakan manfaat nyata dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan kesehatan.
Melalui program ini, pemerintah tidak hanya berfokus pada penyembuhan penyakit, tetapi juga pada pencegahan agar masyarakat bisa hidup sehat dan produktif sepanjang hidup mereka.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan email [email protected].
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik
Aji Muhawarman, ST, MKM
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

